08 Jun 2010

TAHUN MENCABAR HATI DAN MINDA

    Tahun 2010 adalah tahun yang sungguh mencabar hati dan minda.. Dari awal tahun sehingga sekarang ni syarikat tempat aku berkerja belum dapat big project.. Yang dapat hanya la projek under RM6.000.00 , tu pun hanya 3 projek... Mane nak bayar gaji pekerja.. mane nak bayar bil-bil semasa... dan mane nak bayar credit hardware.. penin kepala bos aku di buatnya.. Tapi aku tetap bersyukur kerana still di kurniakan rakan-rakan sekerja yang memahami situasi syarikat sekarang ni.. Walau pun dia org tak dapat gaji penuh dan bakinya still tertunggak dia org still boleh bertahan. Cam tu gak ngan pembekal barang kerja.. Dia org memahami kerana dari awal tahun sehingga sekarang belom ade projek besar yang di laksanakan..
    Kontraktor kelas F, E, D dan  C sekarang ni semamgkin ramai.. mana-mana kontraktor yang mempunyai kewangan yang kukuh dan mantap, mungkin tak mempunyai banyak masalah.. Tapi pun still ade masalah gak.. Asyik keluar je.. masuk tak de.. Rasanya cam nak nak berhenti keja je.. Tapi kerja ape yang boleh di buat cam sekarang nie.. Ada tak de cuba la bertahan semampu mane yang boleh.. Sentiasa bermohon ke hadrat Allah s.w.t agar di beri ilham apa yang harus di lakukan dalam keadaan sekarang nie..

06 Jun 2010

UNTUK RENUNGAN BERSAMA

   Tanpa bermaksud untuk memuji tentang orang Israel dan atau orang Yahudi, saya ingin berkongsi informasi yang saya peroleh dari membaca terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berbangsa Malaysia) dari Universiti Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualiti hidup orang Israel atau orang Yahudi.

Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ? Kajian yang dilakukan
mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :

Ternyata, bila seorang wanita Yahudi Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitinya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematik lebih intensif dan juga membeli lebih
banyak lagi buku tentang matematik. mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematik untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.

Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, kurma @ tamar dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari kerana mengandung zat
kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).

Menu di susun sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,kerana mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seharusnya hanya makan ikan saja, bila
makan daging , hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, mereka percaya ianya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.

Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu ! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetik dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang nampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga
akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun, kalau kita perhatikan , maka pengeluar rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok , bukan orang Yahudi.

Anak-anak, selalu di wajibkan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan. Mereka juga harus pandai bahasa , minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan
dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari ahli muzik genius dunia adalah orang Yahudi.

Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan perniagaan dan perdagangan. Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya perniagaan, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design “Levis” terakhir diciptakan oleh satu Universiti di Israel,
fakulti “business and fashion”.

Olahraga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir !

Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai aktiviti perniagaan kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi perniagaan sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek perniagaan yang berkaitan juga dengan budaya bangsa  pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan perniagaan ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak menghairankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood,
Levis dan Dunkin Donat.

Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar,
bandingkan dengan di Malaysia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahawa nekotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”.

Percaya atau tidak, tentunya terserah kita semua. Namun kenyataan yang ada terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang bijak & pintar ! Tinggal, pertanyaannya adalah, apakah kepintarannya itu banyak manfaatnya bagi peningkatan kualiti hidup umat manusia secara
keseluruhan.



Bayangkan jika hal ini menjadi kebiasaan ummat islam, hasilnya akan jauh lebih genius dari kaum yahudi, kerana Ummat Islam punya senjata penangkis yang tidak dimiliki oleh kaum yahudi, yaitu do’a. Agar anak yang dilahirkan sesuai dengan harapan orang tua, Tentunya pendidikan sejak kini terhadap bakal calon bayi harus diperhatikan baik dari segi fizikal maupun mentalnya. tidak sedikit seorang anak yang hafal alQur-an dalam usia yang sangat kanan- kanak, kerana orang tuanya semasa mengandungnya selalu mengkhatamkan Al-Quran dan melakukan Ibadah puasa Sunnah.

Hanya Allah s.w.t yang maha mengetahui...

HUKUM HADIAH BACAAN AL-QURAN KEPADA JENAZAH

Persoalan mengenai bid’ah sebenarnya telah diselesaikan oleh ulama  terdahulu dan sekarang ini  dimunculkan kembali oleh golongan yang tidak memahami khilaf ijtihad ulama yang kemudian mengatakan bahwa ia adalah bid’ah sesat walaupun sudah ada dalil dan hujjah dari al Quran dan hadith.

Sekiranya ada yang mengatakan bacaan al Quran dan doa yang dipanjatkan seorang muslim kepada orang muslim yang telah meninggal itu tidak sampai kepada simayyit, maka tidak patut mengatakan hal itu sebagai bid’ah, kerana hasil ijtihad yang mengatakan hukum bacaan Alqur-an yang dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal dunia itu” boleh” adalah hasil dari pengkajian ulama dari al Quran dan hadith sebelum mengeluarkan hukum bahwa sampainya pahala kepada si mayyit. Ulama terdahulu apabila berbeda pendapat, mereka tidak akan membid’ahkan pendapat ulama yang membolehkan.

Menurut Prof Dr Wahbah az Zuhaili Mazhab Imam Ahmad dan Jumhur salaf dan mazhab empat dan di antara mereka Malikiyah dan Syafi’iyah yang kemudian berpendapat sampainya pahala amalan tersebut.

Imam Abu Hanifah r.a berpendapat : “Segala pahala dari sedekah dan lainnya sampai kepada mayat. Beliau juga berkata : “Bacalah ayat Kursi tiga kali’ dan “qul huwAllahu Ahad” dan katakanlah : “Ya Allah, Ya Tuhan kami, pahalanya untuk ahli kubur.”

Dalil dari Al Quran

Asy Sya’ani juga menyebutkan dalil pendapat kedua dari KitabuLLah, sunnah dan ijmak serta kaedah syariat Yang mengatakan bahwa mayat mendapat manfaat atas apa yang dilakukan oleh orang-orang yang masih hidup untuknya. Adapun dalil dari Al Quran adalah firman Allah s.w.t yang bererti :

“Dan orang-orang (Islam) yang datang kemudian daripada mereka (berdoa dengan tangan), berkata : “Wahai Tuhan kami! Ampunkanlah dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman………..” (Al Hasyr : 10)

Maka Allah s.w.t memuji mereka atas Doa permohonan ampunan yang dipanjatkan mereka kepada kaum Mukminin sebelum mereka. Maka hal itu menunjukkan bahwa mayat mendapat manfaat dari doanya orang-orang yang masih hidup adalah kesepakatan umat atas doa terhadap mereka dalam solat jenazah.

Juga telah menjadi ijmak Ulama bahwa membayar hutang orang yang sudah meninggal adalah wajib dibayarkan oleh yang masih hidup baik dari kerabatnya maupun bukan . Dan jika orang yang masih hidup memiliki hak kepada orang yang sudah meninggal, lalu ia menggugurkan haknya dan mengikhlaskannya, maka hal itu boleh sangat dianjurkan dan dapat membebaskan beban orang yang sudah meninggal.

Dalil Dari Hadith :

Ibn Hibban dalam kitab sahihnya meriwayatkan hadith Jundab bin AbdiLLah, Rasulullah s.a.w bersabda :

“Surah al Baqarah adalah tulang belakang al Quran, ia diturunkan oleh delapan puluh malaikat dengan membawa satu persatu ayat. Sedangkan ayat Kursi diturunkan dengan membawa satu persatu ayat. Sedangkan ayat kursi diturunkan dari bawah Arsy’. kemudian ia dikumpulkan dengan ayat-ayat surah al Baqarah. Surah Yasin pula adalah hati al Quran, tidak ada orang yang membacanya dengan mengharap redha Allah dan pahala akhirat melainkan dia akan mendapat ampunan dari-Nya. Bacalah surah Yasin untuk saudara-saudara kamu yang telah meninggal dunia.”

(Ditakhrij oleh Ibn Hibban di dalam Kitab Sahihnya pada bab Fadhilat Surah al Baqarah.)

Demikian juga al Haithami meriwayatkannya di dalam kitab Mawarid al Dzam’an, (jilid V, h 397). Imam Ahmad juga meriwayatkannya di dalam al Musnad dari Ma’qal bin Yasar (jilid v h 26). Al Haithami mengulas hadith tersebut di dalam kitab Majma’ al Zawaid, “Hadith tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad, di dalamnya ada salah seorang perawi yang tidak disebut namanya, bagaimanapun perawi perawi lainnya adalah sahih (jilid VI h 311)

Pendapat dari Imam An Nawawi :

Imam Nawawi berkata “Adalah sunnah hukumnya bagi para penziarah kubur untuk mengucapkan salam kepada mereka (penghuni kubur), mendoakan kepada orang yang diziarahi dan juga kepada ahli kubur semuanya. Lebih utama lagi, jika penziarah itu membaca doa-doa yang telah diterangkan dalam al hadith. Dan hukumnya sunnah pula membaca ayat-ayat al Quran dan setelah itu mendoakan para penghuni kubur. Ini semua adalah nas (pendapat) dari Imam al Syafi’ie dan disepakati oleh murid-muridnya (para pengikutnya).

Imam al Nawawi, al majmu’ syarh al muhazzab jilid V h 286.

Pendapat Imam Ahmad :

Imam Ahmad pada mulanya pernah melarang seorang buta dari membaca al Quran di atas kubur, kemudian beliau (imam Ahmad) mengizinkannya setelah mendengar khabar yang mengatakan Ibnu Umar pernah berwasiat supaya dibacakan permulaan dan penghujung surah al Baqarah di sisinya ketika dikebumikan. Kisah ini disebut oleh Ibnu Qudamah di dalam kitabnya ‘Al Mughni (2/567) di dalam Bab: Ziarah Kubur.

Berdoalah kepada Allah s.w.t agar pahala kita membaca ayat al Quran sampai kepada si mayyit kerana Allah sendiri telah berfirman yang artinya :


“Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kamu kepadaKu niscaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takabur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.” (Al-Mukmin:60).Mengenai masalah hukum sampainya bacaan Al-Quran dan do’aini juga disepakati dan dianjurkan oleh Ulama – ulama sekarang  seperti : Profesor Dr Sayyid Muhammad ‘Alawi Almaliki Al Hasani, Dr Abd Malik Abd Rahman As Sa’adi, dan Ulama – ulama besar lainnya.


Sumber Rujukan :

   1. Prof Dr Sayyid Muhammad ‘Alawi Al Maliki Al Hasani, Kajian Mendalam ke Atas Manfaat Amalan Orang Hidup Terhadap
       Arwah, Tahqiq al amal fi ma yan fa’u al mayyitu min al a’mal.

   2. Dr Abd Malik Abd Rahman As Sa’adi, Salah Faham Terhadap Bid’ah, al Bid’ah fi al mafhum al islami ad daqiq.

   3. Prof Dr Wahbah Az Zuhaili, Fatwa-fatwa Semasa, al Fatawa al mu’asaroh.

   4. Dr Mustofa al Khin, Dr Mustofa al Bugho & Ali Asy Syarbaji, Kitab Fikah Mazhab Syafie, al Fiqhu al Manhaji.

WAllahua’lam

03 Jun 2010

BANTU HAPUSKAN KEKEJAMAN ISRAEL DENGAN DOA

        BISMILLAH...

        YA ALLAH...! SEBAGAIMANA ENGKAU PERNAH MENGHANTAR BURUNG-BURUNG ABABIL BAGI MENGHANCURKAN BALA TENTERA BERGAJAH KAUM MUSYRIKIN, MAKA KAMI BERMOHOM KEPADA MU YA-ALLAH.. TURUNKAN LAH BANTUAN MU KALI INI KEPADA ORANG MUKMIN DI PALESTIN, HANCURKAN LAH BALA TENTERA REJIM ZIONIS YAHUDI SEDASYAT-DASYATNYA... AMIN 

       Lipat gandakan lah doa ini dan forward kan lah pada 7 orang rakan anda yang lain..7x7x7x7x7x7x7 = 823453 x 7 = 5.8 juta orang yang akan berdoa.. Jika kita tak dapat membantu mereka dengan tenaga dan wang ringgit.. Bantulah saudara kita di Palestin dengan doa-doa.. Moga segala doa-doa kita akan di makbulkan oleh Allah s.w.t.. Insya Allah....

02 Jun 2010

PERIHAL JIN, IBLIS SERTA SYAITAN BHG. 1

Adanya Jin, syaitan, dan Iblis merupakan suatu kepastian yang diakui dalam syariat Islam, sehingga jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan adanya mereka, boleh diragukan tahap keimanannya. Jin Diciptakan Sebelum Manusia. Kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka juga dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. (Idhahu Ad-Dilalah fi ’Umumi Ar-Risalah hal. 1, lihat Majmu’ul Fatawa, 19/9).

Jin lebih dahulu diciptakan daripada manusia sebagaimana dikabarkan Allah s.w.t dalam firman-Nya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 26-27)
Karena jin lebih dulu ada, maka Allah s.w.t mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia. Allah s.w.t berfirman:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56).

Jin, syaitan, dan Iblis Apakah jin, syaitan, dan Iblis itu tiga makhluk yang berbeda dengan penciptaan yang berbeda, ataukah mereka itu bermula dari satu asal atau termasuk golongan para malaikat? Yang pasti, Allah s.w.t telah menerangkan asal-usul penciptaan jin dengan firman-Nya:

“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27)
Juga firman-Nya: “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Ar-Rahman: 15)

Rasulullah s.a.w bersabda: “Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996 dari ’Aisyah radhiallahu ‘anha) Adapun Iblis, maka Allah s.w.t berfirman tentangnya:

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)

Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnya diciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah s.w.t mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api. Al-Hasan Al-Bashri berkata: ‘Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.” (Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94) Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu mengatakan: “Iblis adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 406 dan 793). Sedangkan syaitan, mereka adalah kalangan jin yang durhaka. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu pernah ditanya tentang perbedaan jin dan syaitan, beliau menjawab: “Jin itu meliputi syaitan, namun ada juga yang shalih. syaitan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesatkannya. Adapun yang shalih, mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Siapakah Iblis?.

Terjadi perbedaan pendapat dalam hal asal-usul iblis, apakah berasal dari malaikat atau dari jin. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu menyatakan: “Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia.” (Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya). Pendapat ini pula yang tampaknya dikuatkan oleh Ibnu Katsir, Al-Jashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur‘an (3/215), dan Asy-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa`ul Bayan (4/120). Penjelasan tentang dalil pendapat ini antara lain karena kema’shuman malaikat dari perbuatan kufur yang dilakukan iblis, sebagaimana firman Allah:
“…yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6) “Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Al-Anbiya`: 27)
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu ia mendurhakai perintah Rabbnya.” (Surat Al Kahfi: 50)

Allah s.w.t menegaskan dalam ayat ini bahwa iblis dari jin, dan jin bukanlah malaikat.
Siapakah syaitan?. Menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah s.w.t (Al-Misbahul Munir, hal. 313). Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu. Demikianlah Allah s.w.t berfirman:

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)

PERIHAL JIN, IBLIS SERTA SYAITAN BHG. 2

(Dalam ayat ini) Allah s.w.t menjadikan syaitan dari jenis manusia, seperti halnya syaitan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang derhaka disebut syaitan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49) Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127).

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)


Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata:
Aku datang kepada Nabi s.a.w dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan syaitan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada syaitan?” Beliau menjawab: “Ya.” Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/172). Yang mendukung pendapat ini juga hadits Nabi s.a.w dalam riwayat Muslim: “Anjing hitam adalah syaitan.” Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu syaitan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173). Ini adalah pendapat Qatadah, Mujahid dan yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, Asy-Syaukani dan Asy-Syinqithi. Ketika membicarakan tentang syaitan dan tekadnya dalam menyesatkan manusia, Allah s.w.t berfirman:
“Iblis menjawab: ‘Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan’, Allah berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf: 14-17).

syaitan adalah turunan Iblis, sebagaimana firman Allah s.w.t:
“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50).

Turunan-turunan Iblis yang dimaksud dalam ayat ini adalah syaitan-syaitan. (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 453). Penggambaran Tentang Jin Syaikhuna Muqbil bin Hadi rahimahullahu mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun.
Nabi s.a.w memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya syaitan tidak dapat membuka yang tertutup’.
Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah s.w.t atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka syaitan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan menginap’.

Jika seseorang makan dan mengucapkan bismillah, maka syaitan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam’.”
Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kalajengking, juga dalam wujud unta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu syaitan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan syaitan dan mempunyai kekuatan panas. (Idhahu Ad-Dilalah, hal. 19 dan 23)
Kaum jin memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda. Jin yang shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik. Sedangkan jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin.


Di dalam sebuah hadits, Rasulullah s.a.w berkata kepada Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu: “Carikan beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan.” Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: “Aku pun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan di sampingnya. Lalu aku menjauh hingga beliau menyelesaikan hajatnya. ”Aku bertanya: “Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan?”
Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin, dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Maka aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkan makanan.” (HR. Al-Bukhari no. 3860 dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dalam riwayat Muslim disebutkan: “Semua tulang yang disebutkan nama Allah padanya”, ed).

Gambaran Tentang Iblis dan syaitan, Iblis adalah wazan dari fi’il, diambil dari asal kata al-iblaas yang bermakna at-tai`as (putus asa) dari rahmat Allah s.w.t.
Mereka adalah musuh nomer wahid bagi manusia, musuh bagi Adam dan keturunannya. Dengan kesombongan dan analoginya yang rusak serta kedustaannya, mereka berani menentang perintah Allah s.w.t saat mereka enggan untuk sujud kepada Adam. Allah s.w.t berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)

Malah dengan analoginya yang menyesatkan, Iblis menjawab: “Aku lebih baik darinya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A’raf: 12)
Analogi atau qiyas Iblis ini adalah qiyas yang paling rusak. Dan inilah qiyas yang paling jelek! Sumpah mereka untuk menggoda Bani Adam terus berlangsung sampai hari kiamat setelah mereka berhasil menggoda Abul Basyar (bapak manusia) Adam dan vonis sesat dari Allah s.w.t untuk mereka. Allah s.w.t mengingatkan kita dengan firman-Nya:

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raf: 27).

Karena syaitan sebagai musuh kita, maka kita diperintahkan untuk menjadi musuh syaitan. Allah s.w.t berfirman:

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6).

Allah s.w.t berfirman:“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50).

Wallahu A’lam. Semoga kita semua terlindung dari godaan-godaannya.

PENYAKIT ANGKARA JIN DAN MANUSIA

Salam kepada saudara serta rakan-rakan blogger.. Isu yang aku bawakan pada kali ini adalah seperti yang di nyatakan di atas.. adalah malang sekali kerana semangkin ramai manusia sekarang ni meminta bantuan daripada selain dari Allah s.w.t. Iaitu dari bangsa jin.. Harus di ingat.. sejahat-jahat bangsa manusia itu la sebaik-baiknya bagi bangsa jin. Hatta jin islam skali pun.
            Sekarang ini semangkin ramai manusia mengunakan khidmat bangsa jin  bagi melepaskan dendam utk membuatkan seorang manusia yang lain hidup menderita dan merana... bagi yang terkena penyakit ini jika pihak hospital tidak dapat mengesan apa-apa penyakit yang di hidapi... segera la berubat secara tradisional atau dgn pengamal perubatan islam.. harus ingat.. jangan mudah terperdaya dengan bomoh-bomoh atau dukun-dukun.. kadang kala mereka ini bukan membuang apa yang telah sedia ada dalam badan pesakit.. akan tetapi mereka ini akan menambahkan lagi bilangan jin yg menapak dalam badan pesakit...
             Kita sebagai umat Nabi Muhammad harus la menghindarkan diri dari perkara-perkara yang di murkai Allah s.w.t.. Sentiasa  lah memohon perlindungan dan pertolongan daripada NYA... Jika ianya terkena pada diri kita... dan seandainya kita tahu siapa yang cuba buat kita menderita.. jangan sesekali cuba mengenakan balik org tersebut.. Berserah lah pada Allah.. Biar DIA yang menentukan hukuman pada org tersebut.. berbanyak-banyak la bersabar... kerna perasaan marah dan dendam itu adalah hasutan dari iblis..
Hindari lah diri dari perasaan marah dan dendam.. Kerana ianya akan membuat jiwa kita merasa tidak tenteram.. berbanyakkan lah berzikir selepas solat serta sebelum tidur.. " SUBHANNALLA ALHAMDULILLAH ALLAH AKHBAR " 1000 kali sebelum tido.. tak dapat tiap2 malam.. seminggu 2-3 kali pun memadai.. Insya Allah ..........

Wassalam......